PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI KEMERDEKAAN
RI
Garis Waktu Sejarah Indonesia Peristiwa
Sekitar proklamasi Kemerdekaan RI
|
17 Juli 1944
|
Kabinet
Tojo jatuh
Akibat
kekalahan perang dan kondisi Jepang yang semakin memburuk ketika PD II,
kemudian diganti oleh Perdana Mentri Koiso
|
|
7 Sept 1944
|
Perdana
Mentri Koiso mengeluarkan janji untuk memberikan Kemerdekaan kelak di
kemudian hari bagi bangsa Indonesia.
Sebagai
salah satu langkah Koiso untuk mempertahankan pengaruh Jeoang di daerah
pendudukannya di Indonesia. Melalui janji itu diharapkan rakyat akan
mempertahankan negerinya apabila sekutu datang.
|
|
1Maret 1945
|
Jepang
membentuk BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai).
Dengan
tujuan menyelidiki hal-hal penting menyangkut pembentukan Indonesia merdeka.
|
|
29 April 1945
|
Pegangkatan anggota BPUPKI
Terdiri dari 67 orang. Ketua
dan wakil BPUPKI ditunjuk Jepang. Adaun susunan pengurus dan anggota BPUPKI
yaitu sebagai berikut:
Ketua : Dr. K.R. T Radjiman
Wedyodiningrat
Wakil
Ketua : 1. Ichibangase
2. R.P. Suroso
Kepala
secretariat : R.P.Suroso
Wakil
Kepala Sekretariat : 1. Mr. A.G Pringodigdo
2. Toyohito Masuda
Anggota
67 orang : 54 orang Indonesia
4 orang
golongan Cina
1 Orang
golongan Arab
1 orang
peranakan Belanda
7 orang
Jepang tanpa hak suara
|
|
29 Mei-I Juni 1945
|
Sidang I BPUPKI membicarakan tentang
dasar Negara.
Sidang 29 Mei, Usulan Moh Yamin, dalam pidatonya yang
berjudul “ Asas dan dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia” menyampaikaan
materi yaitu :
1.
peri kebangsaan
2.
peri
Kemanusiaan
3.
Peri ketuhanan
4.
peri kerakyatan
5.
Peri
kesejahteraan rakyat
Sidang
BPUPKI 31 Mei 1945, Prof Dr. Soepomo, menyampaikan 5 asas yaitu :
1.
Persatuan
2.
kekeluargaan
3.
keseimbangan
lahir dan bathin
4.
Musyawarah
5.
Keadilan rakyat
Sidang
BPUPKI 1 Juni 1945, Ir Soekarno dalam pidatonya yang berjudul “Dasar
Indonesia Merdeka” mengemukakan 5 dasar atau Pancasila yang meliputi :
1.
Kebangsaan
Indonesia
2.
Internasionalisme atau Perikemanusiaan.
3.
Mufakat atau demokrasi
4.
Kesejahteraan
Sosial
5.
Ketuhanan Yang
Maha Esa.
Tanggal
1 Juni Rumusan
Soekarno. Dalam pidatonya melahirkan nama Panca Sila sebagai nama dasar
Negara. Dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila. Meski belum menghasilkan
keputusan akhir mengenai sadar Negara. Dilakukan
reses 1 bulan. Dibentuk Panitia Sembilan.
|
|
22 Juni 1945
|
Pertemuan Panitia sembilan (Ir. Soekarno sebagai ketua, Drs. Moh Hatta,
Mr. Muh Yamin, Mr Ahmad Subarjo, Mr.A.A Maramis, Abdul Kahar Muzakar, K.H
Wahid Hasyim, H. Agus Salim, Abikusno Cokrosuyoso ) menghasilkan Piagam
Jakarta. Nama ini diberikan oleh Mr.Muh Yamin. Rumusan tersebut adalah:
1.
Ketuhanan dengan mewajibkan
menjalankan syariat Islam bagi pemeulk-pemeluknya
2.
Dasar Kemanusiaan yang adil
dan beradab
3.
Persatuan Indonesia
4.
Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.
Mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
|
|
10-16 Juli 1945
|
Sidang BPUPKI II
Membahas rencana Undang-Undang Dasar termasuk
pembukaannya. Sidang ini menghasilkan :
- Pernyataan Indonesia merdeka
- Pembukaan UUD
- Batang tubuh UUD
|
|
6-9 Agustus 1945
|
Jepang (Hiroshima dan Nagasaki dibom
atom oleh Amerika).
Menyebabkan kekalahan Jepang kepada pihak sekutu.
|
|
7 Agustus 1945
|
BPUPKI
dibubarkan, dibentuk PPKI
Dibubarkan
karena tugasnya dianggap telah selesai. Anggota PPKI berjumlah 21 orang.
Anggotanya tidak terbatas pada wakil-wakil dari Jawa yang berada di bawah
pemerintahan tentara keenam belas, tetapi juga dari berbagai pulau yaitu 12
wakil dari Jawa, 3 wakil dari Sumatra, 2 wakil dari Sulawesi, 1 wakil dari
Kalimantan, 1 wakil dari Sunda Kecil
(Nusa Tenggara), 1 wakil dari Maluku dan 1 wakil lagi dari golongan Cina.
Ketua PPKI adalaha Soekarno dan wakilnya Moh Hatta.
|
|
9 Agustus 1945
|
Ir Soekarno, Moh Hatta, Radjiman
Widyodiningrat dipanggil ke Dalat (Vietnam).
PPKI diresmikan pada tanggal ini di Dalat Saigon oleh
Jendral Terauchi selaku panglima armada Jepang untk Asia Tenggara. Selain itu
para tokoh Indonesia dipanggil oleh Panglima Mandala Asia tenggara Marsekal
Hisaichi Terauchi memberikan keputusan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia,
wilayahnya meliputi seluruh bekas Hindia- Belanda.
|
|
15 Agustus 1945
|
Para tokoh nasionalis kembali ke Jakarta
|
|
16 Agustus 1945
|
1.
Peristiwa Rengasdengklok
2.
Perumusan teks Proklamasi kemerdekaan RI
|
|
17 Agustus 1945
|
Proklamasi
Kemerdekaan RI
|
Peristiwa
Pemanggilan Tiga Tokoh Nasional ke Dalat
Kita ketahui bahwa sebelum terjadinya Proklamasi kemerdekaan
Indonesia, terdapat beberapa peristiwa penting yang sangat berpengaruh.
Mendekati akhir tahun 1944, kedudukan Jepang dalam Asia Timur Raya mulai
terdesak, penyebabnya adalah sebagai berikut :
1. Jepang mengalami kekalahan terus menerus, beberapa wilayahnya
jatuh ke tangan Sekutu, misalnya Saipan, Papua Nugini, kep Solomon, kep
Marshall. Hal ini menunjukkan seluruh garis pertahanan Jepang di Asia Pasifik
hancur.
2. Sekutu mulai menjatuhkan bom di beberapa kota seperti Ambon,
Makassar, Manado dan Surabaya, bahkan Sekutu mendarat di Tarakan dan
balikpapan.
3.
Berkobarnya perlawanan rakyat dan tentara PETA di
beberapa tempat.
Dalam keadaan terjepit, Jepang berusaha
memikat hati bangsa Indonesia dengan janji akan memberi kemerdekaan pada bangsa
Indonesia di kemudian hari, dengan membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Junbi Cosakai). BPUPKI bertugas menyelidiki
hal-hal penting yang menyangkut pembentukan Negara Indonesia merdeka. Pda
tanggal 7 Agustus BPUPKI dibubarkan diganti dengan PPKI.
Pada tanggal 9 Agustus 1945, Ir Soekarno,
Moh Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat dipanggil ke Dalat (Vietnam)untuk
menemui Panglima Mandala Asia Tenggara, Marsekal Hisaichi Terauchi. Dalam
pertemuan itu, Terauci menyampaikan bahwa Jepang akan memeberikan kemerdekaan
kepada Indonesia, yang wilayahnya meliputi seluruh bekas wilayah Hindia
Belanda.Dengan demikian pertemuan di Dalat merupakan momentum besar menuju
proklamasi kemerdekaan yang sudah dicita-citakan selama berabad-abad. Pada
tanggal 14 Agustus, ketiga tokoh itu tiba di Jakarta.
Pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang
meyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Pernyataan ini diterima melalui
siaran radio di Jakarta oleh para pemuda yang termasuk para pemuda Menteng Raya
31 seperti Chairul Saleh, Abubakar Lubis, dan Wikana. Penyerahan ini
menyebabkan kekusongan kekuasaan (vacuum of power) di Indonesia. Para pemuda
meminta Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Tetapi Soekarno
menolak, dan mengatakan bahwa masalah proklamasi akan dibicarakan lagi dalam
sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945
PERISTIWA Rengasdengklok
Pada malam hari tanggal 15 Agustus 194, para pemuda
mengadakan rapat di ruang Laboratorium Bakteriologi Jl Pegangsaan Timur 15.
Rapat dihadiri oleh Tokoh-Tokoh radikal seperti Chairul Saleh, Soekarni, Yusuf
Kunto,Surachmat, Djohan Nur, Darwis, Abdurachman, Muwardi, Sampun Singgih,
Hamdani dan lain-lain. Dalam rapat tersebut diambil keputusan sebagai berikut:
-
Mengutus darwis, Wikana dan Soebadio untuk mendesak
Soekarno dan Hatta supaya memproklamasikan
Terjadinya
Rengasdengklok yaitu dikarenakan adanya perbedaan pendapat antara golongan tua
dan golongan muda mengenai kemerdekaan RI yaitu :
- Golongan tua
Proklamasi kemerdekaan Indonesia dilaksanakan setelah melalui
rapat PPKI.Jika dilaksanakan
secara revolusioner maka akan mengakibatkan bentrokan dan pertumpahan darah
karena kekuatan Jepang di Indonesia masih sangat kuat.
- Golongan muda
Proklamasi kemerdekaan RI diselenggarakan
tidak melalui PPKI karena PPKI merupakan badan buatan Jepang. Dikhawatirkan
adanya pandangan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah pemberian Jepang
Tujuan : menyingkirkan
Soekarno – Hatta ke luar kota untuk menjauhkan dari segala pengaruh Jepang.
Rengasdengklok dipilih karena :
- Rengasdengklok dilatarbelakangi oleh
laut, sehingga mudah meloloskan diri bila ada serangan dari pihak Jepang.
- Sebelah timur berbatasan dengan bekasi ada tentara PETA
- Sebelah Barat berbatasan dengan Purwakarta dan Cimalaya terdapat
tentara Peta
- Sebelah Selatan berbatasan dengan kedung Gedeh terdapat tentara PETA.
Perumusan teks
Proklamasi
Sebelum merumuskan teks proklamasi di
kediaman Laksamana Maeda. Soekarno menemui terlebih dahulu Kepala Pemerintahan
Umum Mayor Jendral Nishimura untuk menjajaki sikap mengenai Proklamasi
kemerdekaan. Dalam pertemuan tersebut, Nishimura
menyatakan :
- Jepang tidak berhak mengubah status
quo (politik Indonesia) setelah menyerah pada Sekutu
- Jepang harus tunduk kepada Sekutu,
sehingga Soekarno –Hatta dilarang untuk melaksanakan Proklamasi
Kemerdekaan RI.
Dengan menyerahnya Jepang kepada Sekutu di Indonesia terjadi
Vacuum Of Power (kekosongan kekuasaan). Melihat sikap Nishimura tersebut, tidak
mungkin bagi Soekarno untuk membicarakan kembali mengenai proklamasi
kemerdekaan sehingga Soekarno memutuskan untuk melaksanakan proklamasi oleh
rakyat Indonesia sendiri bukan bantuan Jepang. Perumusan teks dilakukan di rumah
laksamana Maeda karena Laksamana Maeda menjamin keselamatan mereka selama
berada di rumahnya.
Perubahan
dalam teks.
- kata tempoh diganti tempo
- Djakarta 17-8-05 diganti Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05.
- Wakil-wakil bangsa Indonesia diganti dengan atas nama bangsa
Indonesia.
Pembacaan teks
Proklamasi
Dilakukan di kediaman Soekarno, Jl
Pegangsaan timur no 56 pada hari jumat pukul 10.00 WIB
Susunan
acaranya.
- Pidato singkat dan pembacaan proklamasi.
- pengibaran bendera Merah Putih
- Sambutan Wakil Walikota Suwiryo dan
dr. Mawardi
Proklamasi kemerdekaan sebelumnya akan dilaksanakan di Lapangan
Ikada, tetapi timbul kekhawatiran bentrokan dengan tentara Jepang yang masih
terus berpatroli di sekeliling Jakarta. Oleh sebab itu dibacakan di kediaman
Soekarno.Namun di Asrama Prapatan 10 juga diadakan upacara proklamasi
kemerdekaan dengan tujuan untuk mengecoh pasunkan Jepang.
Arti
proklamasi kemerdekaan;
1.
Merupakan titik kulminasi perjuangan bangsa Indonesia
mengusir penjajah.
2.
merupakan jembatan emas bagi bangsa Indonesia untuk
membangun bangsa menuju kemakmuran
3.
sumber hukum bagi tegak dan beririnya NKRI
4.
momentum politik terbebasnya bangsa Indonesia dari
belenggu penjajahan bangsa asing, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka
sejajar dengan bangsa lain.
5.
manifesto politik nasional dalam mewujudkan NKRI yang
bersatu dan berdaulat seperti termuat dalam UUD 1945.
Berita Penyebaran Proklamasi Kemerdekaan RI.
- Dari mulut ke mulut
- 17/8/1945, B.M.Diah mencetak teks Proklamasi kurang lebih 1000 lembar
disebarkan di kota Jakarta
- 17/8/1945, Waidan B. Palenewen
(kep.bg.Radio KB.Domei) menerima teks dari Syahrudin dan memerintahkan
pada F.Wuz untuk menyiarkan setiap
setengah jam sekali hingga Pkl.16.00 WIB.
- 17/8/1945, Pkl. 19.30 Soekarno melakukan siarang ulang Proklamasi di
Radio Lab Fisologi Salemba.
- Berita proklamasi secara resmi dibawa
oleh para utusan yang kebetulan menghadiri sidang PPKI (Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia) dan menyaksikan pelaksanaan proklamasi kemerdekaan. diantaranya, Teuku Muhammad Hasan (Aceh), Sam
Ratulangi (Sulawesi), Ketut Pudja (Bali), AA Hamidan (Kalimantan).
- Surat kabar yang pertama kali
menyiarkan berita tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah Tjahaja
yang terbit di Bandung dan Soeara Asia yang terbit di Surabaya.
- Sinar api kemerdekaan Indonesia terus
merayap ke mana-mana, ke seluruh pelosok Pulau Jawa kemudian menyeberang
lautan menuju ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku, Bahkan berita
kemerdekaan Indonesia dapat tersebar hingga ke luar negeri.
- Melalui siaran radio Domei milik Jepang. Oleh F Wuz, Asa Bafagih,
Pangulu Lubis.da Adam Malik.
Melalui siaran ini sampai ke Luar negeri.
Negara India dan Mesir yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia
- Pamflet dan selebaran.
Dukungan Rakyat Terhadap Kemerdekaan RI
1.
Rapat di Lapangan Ikada
Pada tanggal 19 Agustus 1945 direncanakan akan diadakan rapat
raksasa di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) dengan tujuan agar para
pemimpin bangsa Indonesia dapat berbicara langsung di hadapan rakyat Indonesia.
Persiapan penyelenggaraan rapat raksasa itu dilakukan secara
beranting oleh organisasi pemuda, BKR, Barisan Pelopor, Pamong Desa, API, RT,
pelajar dan Hisbullah (komite van Aksi). Walaupun demikian, rapat
raksasa yang dilakukan di Lapangan Ikada itu mengalami banyak hambatan.
Pemerintah militer Jepang berusaha menghalangi rapat dengan mengirim pasukan
bersenjata lengkap dan mobil-mobil lapis baja. Namun mereka tidak dapat berbuat
apa-apa karena lautan massa rakyat terus membanjiri lapangan itu. Presiden
Soekarno dan Moh Hatta baru tiba di lapangan Ikada pada sore hari. Presiden
Soekarno berpidato :
|
“saudara-saudara. Kita akan tetap
mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan kita. Kita tidak akan mundur satu patah
kata pun”.
“Saya mengetahui, bahwa saudara-saudara
berkumpul di sini untuk melihat presiden saudara dan untuk mendengar
perintahnya. Nah, apabila saudara masih seia dan percaya kepada presidenmun,
ikutilah perintahnya. Pertama, pulanglah dengan tenang. Tinggalkan rapat ini
sekarang juga dengan tertib dan teratus dan tunggulah berita dari para
pemimpin di tempatmu masing-masing. Sekarang …..bubarlah….pulanglah
saudara-saudara…dengan tenang….”
|
Makna Rapat di Lapangan Ikada :
1. Rapat tersebut berhasil mempertemukan pemerintah Republik
Indonesia dengan rakyatnya.
2) Rapat tersebut merupakan perwujudan kewibawaan pemerintah
Republik Indonesia terhadap rakyat.
3) Menanamkan kepercayaan diri bahwa rakyat Indonesia mampu
mengubah nasib dengan kekuatan sendiri.
4) Rakyat mendukung pemerintahan yang baru terbentuk. Buktinya,
setiap instruksi pimpinan mereka laksanakan.
2.
Pernyataan Sri Sultan HamengkuBuwono IX
Sri Sultan Hamengku Bowono IX sebagai Sultan Ngayogyakarta
Hadiningrat dan Sri Pakualam VIII, memberikan dukungan terhadap proklama si
kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.
Melalui pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwo no IX dan Sri Paku Alam VIII, Negeri Ngayogya karta
Hadiningrat secara resmi menjadi bagian wilayah kekuasaan negara Republik
Indonesia dengan kedudukannya sebagai daerah istimewa. Berikut ini pernyataan
Hamengkubuwono IX :
|
Kami Hamengkubuwono IX Sultan Negeri
Nyayogyakarta Hadiningrat menyatakan :
1. Bahwa negeri Nyayogyakarta Hadiningrat yang bersifat kerajaan
adalah Daerah Istimewa dari Negara republic Indonesia,
2. Bahwa kami sebagai Kepala Daerah memegng segala kekuasaan
dalam Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat, dan oleh karena itu berhubung dengan
keadaaan pada dewasa ini segala urusan pemerintahan dalam Ngeri Ngayogyakarta
Hadininfrat mulai saat ini berada di tangan kamu dan kekuasaan-kekuasaan
lainnya kami pegang seluruhnya.
|
Tindakan Heroik
di beberapa Daerah:
1. Surabaya.
-
Selama bulan September 1945, terjadi
perebutan senjata di arsenal (gudang mesiu) Don Bosco dan perebutan Markas Pertahanan
di Jawa Timur.
-
Pada tanggal 19 September 1945 terjadi
insiden bendera di Hotel Yamato.
2. Yogyakarta
-
Tanggal 26 September 1945 semua pegawai
instansi pemerintah dan perusahaan yang dikuasai oleh Jepang mengadakan aksi
pemogokan.
-
Pada tanggal 27 September 1945, KNI daerah
Yogyakarta mengumumkan bahwa kekuasaan di daerah itu telah berada di tangan
pemerintah Republik Indonesia.
3. Semarang
-
Terjadi pertempuran lima hari di Semarang
pada tanggal 15-20 Oktober 1945. Pertempuran disebabakan kaburnya tahanan Jepag
ketika akan dipindahkan dai pabrik gula Cepiring ke penjara Bulu pada tanggal
14 Oktober 1945, mereka yang melarikan diri meminta perlindungan kepada
Batalion Kido. Selain itu gugurnya Dr. Karyadi ketika akan memeriksa air di
sumur Candi yang diduga telah diracuni Jepang juga ikut memicu munculnya
pertempuran tersebut.
-
Korban yang jatuh di dalam pertempuran itu
diperkirakan 990 orang dari pihak Jepang dan Indonesia.
4. Sulawesi Selatan
-
Pada tanggal 28 Oktober 1945 kelompok
Barisan Berani Mati telah bergerak menuju sasaran dan juga melakukan
pendudukan.
-
Perjuangan yang dilakukan oleh para pemuda
dan rakyat Sulawesi Selatan ini bertujuan untuk dapat menegakkan dan membela
proklamasi kemerdekaan Indonesia.
5. Kalimantan
-
Munculnya demonstrasi pengibaran bendera
Merah Putih dan menyelanggaraan rapat-rapat.
-
Pada tanggal 18 November 1945 berkumpul
kira-kira 8.000 orang di depan kompleks NICA di kota Balikpapan sambil membawa
bendera Merah Putih.
6. Sumbawa
-
Pada bulan Desember 1945, para pemuda
Indonesia di Sumbawa melakukan aksi perebutan terhadap pos-pos militer Jepang,
yaitu terjadi di Gempe, Sape, dan Raba.
7. Biak
-
Pada tanggal 14 Maret 1948 terjadi
pemberontakan di Biak (Papua) dengan sasaran Kamp NICA dan tangsi Sorido.
-
Pemberontakan itu gagal dan dua orang pemimpinnya
dihukum mati, sedangkan yang lainnya dihukum seumur hidup.
8. Bali
-
Para pemuda di Bali membentuk beberapa
organisasi yang antara lain adalah AMI (Angkatan Muda Indonesia) dan PRI
(Pemuda Republik Indonesia) dalam rangka mempertahankan dan menegakkan
kedaulatan di Indonesia.
9. Banda Aceh
-
Pada tanggal 6 Oktober 1945, para pemuda
membentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia)
-
Pertemuan pada tanggal 12 Oktober 1945
berubah menjadi ajang perbedaan pendapat antara kalangan pemuda dan pihak
Jepang
-
Akhirnya para pemuda merebut dan mengambil
alih kantor pemerintah dengan pengibaran bendera Merah Putih.
10. Sumatera Selatan
Perebutan kekuasaan di Palembang terjadi tanpa insiden, karena
orang-orang Jepang telah menghindar ketika terjadinya demonstrasi.
Sumber
http://www.bacainfo.net/2016/08/peristiwa-rengasdengklok.html
http://www.bacainfo.net/2016/08/peristiwa-rengasdengklok.html





